Kamis, 28 Oktober 2010

THE GREEN SCHOOL



Arsitek: PT Bambu
Lokasi: Badung, Bali , Indonesia
Klien: Kul Kul Yayasan
Proyek Area: 7.542 meter persegi
Proyek Tahun: 2007
Foto: PT Bambu , Ahkamul Hakim





sebuah sekolah unik yang digagas oleh John Hardy, seorang desainer dan pengusaha jewelry yang sukses. Ingin memotivasi masyarakat untuk hidup berkelanjutan. Bagian dari upaya yang menunjukkan kepada orang bagaimana membangun dengan bahan yang berkelanjutan, yaitu bambu . Mereka mendirikan Sekolah Hijau, dan afiliasinya: Yayasan Meranggi, yang mengembangkan tanaman perkebunan bambu tanaman melalui penyajian bambu bibit kepada petani padi lokal, dan PT Bambu , laba-untuk desain dan perusahaan konstruksi yang mempromosikan penggunaan bambu sebagai primer bahan bangunan, dalam upaya untuk menghindari penipisan lebih lanjut dari hutan hujan.

Sekolah Hijau, sebuah laboratorium raksasa yang dibangun oleh PT Bambu , terletak di kampus berkelanjutan mengangkangi kedua sisi Sungai Ayung di Sibang Kaja, Bali , dalam hutan lebat dengan tanaman asli dan pohon-pohon yang tumbuh di samping kebun organik berkelanjutan. Sekolah ini merupakan satu – satu-nya sekolah di dunia yang bangunannya terbuat dari batang bamboo yang ramah lingkungan.

Sekolah ini didukung oleh sejumlah sumber energi alternatif, Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah..termasuk bambu air panas serbuk gergaji dan sistem memasak, sebuah powered vortex generator-hydro dan panel surya. bangunan Kampus termasuk ruang kelas, pusat kebugaran, ruang perakitan, perumahan fakultas, kantor, kafe dan kamar mandi. Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi. Ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, perpustakaan, dll.


Berbagai arsitektur ruang yang signifikan dari besar bertingkat tempat pengumpulan komunal untuk kelas yang lebih kecil adalah fitur dari kampus. Lokal bambu , ditumbuhkan dengan metode yang berkelanjutan, digunakan dalam cara-cara inovatif dan eksperimental yang menunjukkan kemungkinan arsitektur. Hasilnya adalah sebuah komunitas hijau holistik dengan mandat pendidikan yang kuat yang bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa untuk menjadi lebih penasaran, lebih terlibat dan lebih bergairah tentang lingkungan dan planet ini.




Kemudian yang takalah uniknya adalah jembatan bamboo yang membentang di tengah – tengah sekolah, yang dibawahnya mengalir sungai Ayung. Benar – benar alam! memang itulah salah satu visi dan juga kelebihan sekolah ini. INTERAKSI DENGAN ALAM.

Para murid diajarkan untuk dekat dengan alam disekolah yang baru berdiri 2 tahun lalu, mulai dari cara menanam padi, memproduksi coklat sendiri. Semua itu tak lepas dari harapan agar murid – murid mereka mengerti tentang berbagai hal dalam kehidupan, dan mampu menjadi pemimpin di dunia yang selalu berubah dan menantang ini.



Kesimpulan dari bangunan ramah lingkungan ini antar lain:
Di sisi lain seharusnya keberadaan Green School menginspirasi pemerintah dan swasta membuat sekolah yang mirip namun lebih affordable dalam biaya. membangun sebuah sekolah yang dapat memberikan suatu contoh nyata terhadap lingkungan yang ramah. tidak sekedar teori saja.
Andaikata sekolah di negeri ini seperti Green School, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya illegal logging, dan pembabatan hutan secara liar, karena sejak kecil mereka telah diajarkan bagaimana cara mencintai alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar