Maka pembangunan proyek di Indonesia harus harus ditata dengan baik seperti pengembangan di mana unsur lingkungan hidup merupakan tolak ukur utama. Perlunya konsep makro dan mikro yang kuat dalam mengarahkan pembangunan di Indonesia agar berjalan dengan baik.untuk itu,seorang arsitek jangan melupakan bidang keilmuan dan pengetahuan yang berasal dari lingkungan setempat. Justru seharusnya melestarikan lingkungan yang sudah ada dengan mengembbangkan ilmunya.
Contohnya seperti kebijakan yang diterapkan di negara lain seperti Jepang. Di negeri Sakura itu, setiap gedung berlantai lima atau lebih harus menggunakan green roof.
Dampak baik terhadap lingkungan:
Seorang arsitek yang peduli akan lingkungan terhadap desain bangunannya maka akan berdampak sosial seperti:
• Dengan desain bangunan yang ramah lingkungan dan tetap menjaga kelestarian alam. Agar masa depan ekosistem tetap terjaga.
• Memberikan sebuah solisi pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota. Sebagai pengkritik sosial akan banguan yang tidak ramah lingkungan.
• Denagn memaksimalkan fungsi bangunan dengan meminimalkan energy yang digunakan. Sehingga tetap estetis tetapi ramah lingkungan dan dapat menjadi contoh untuk masyarakat luas.
Contoh studi kasusnya ialah pada bangunan The Green School (http:/maulana-kingkong.blogspot.com/2010/10/green-school.html). Sekolah tersebut mempunyai kelebiah sebagai bangunan yang ramah lingkungan karena:

Sekolah ini merupakan satu – satu-nya sekolah di dunia yang bangunannya terbuat dari batang bamboo yang ramah lingkungan.Sekolah ini didukung oleh sejumlah sumber energi alternatif, Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah..termasuk bambu air panas serbuk gergaji dan sistem memasak, sebuah powered vortex generator-hydro dan panel surya. bangunan Kampus termasuk ruang kelas, pusat kebugaran, ruang perakitan, perumahan fakultas, kantor, kafe dan kamar mandi. Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi.Lokal bambu , ditumbuhkan dengan metode yang berkelanjutan, digunakan dalam cara-cara inovatif dan eksperimental yang menunjukkan kemungkinan arsitektur. Hasilnya adalah sebuah komunitas hijau holistik dengan mandat pendidikan yang kuat yang bertujuan untuk menginspirasi siswanya untuk menjadi lebih penasaran, lebih terlibat dan lebih bergairah tentang lingkungan dan bumi ini.
Dampak buruk terhadap lingkungan:
Perumahan adalah salah satu contoh dampak buruk, Pembangunan perumahan semakin terlihat di beberapa tempat, tetapi mereka kurang memperhatikan lingkungannya.. Semakin menurunnya kondisi lingkungan luar, memberikan pengaruh pada menurunnya kualitas hidup. Untuk itu dirasa perlu adanya upaya perbaikan untuk meminimalisasi efek-efek negatif baik pada manusia maupun pada lingkungan.
Salah satu contoh studi kasus ialah pada jebolnya tanggul Situ Gintung karena banyaknya curah hujan yang terjadi dan perkiraan para peneliti akan maraknya pembangunan tempat wisata, bangunan komersial,dan perumahan penduduk yang padat dan tidak tertata lainnya disekitar tanggul Situ Gintung. Karena yang seharusnya kawasan tersebut menjadi tanah resapan bagi tanggul bukan kawasan pemukiman atau lain sebagainya.

Salah satu contoh studi kasus lainnya ialah banjir. Warga jakarta khususnya sudah tidak asing lagi akan bencana yang satu ini. Salah satu penyebab banjir adalah kurangnya derah resapan atau ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta. Lahan ruang terbuka hijau jauh lebih sedikit dibandingkan kawasan komersil yang jumlahnya ratusan. Sistem drainase yang kurang baik juga memperparah keadaan ini. Belum lagi bangunan liar yang berada dibantaran sungai, itu semua sangat masuk akal bila Jakarta terlihat seperti kota yang tenggelam saat musim hujan.

Kesimpulan:
Di satu sisi, perancangan yang belum memikirkan aspek berkelanjutan, dimana hanya memikirkan bagaimana kita bisa hidup nyaman hari ini tanpa memikirkan bagaimana kita hidup nyaman untuk seterusnya. Untuk itu dirasa perlu adanya upaya perbaikan untuk meminimalisasi efek-efek negatif baik pada manusia maupun pada lingkungan. Perancangan interior dan arsitektur yang baik dapat menjadi bagian dari upaya untuk turut serta dalam penyelamatan dan penyehatan lingkungan. Interior berorientasi ekologis dapat merupakan salah satu jawaban untuk dapat memberikan kontribusi baik bagi penghuni maupun lingkungan.
Mengenai konsep bangunan khususnya di Indonesia yang beriklim tropis, sebenarnya kita telah memiliki warisan dan kearifan lokal dari segi arsitektur tradisionalnya, tetapi model pembangunan rumah dan fasilitas bangunan lainnya cenderung mengabaikan kondisi iklim kita dan terlalu mengikuti trend bergaya tertentu. Sehingga bangunan harus “terpaksa” berdiri di tengah kondisi iklim kita. Hal ini menyebabkan ketidak nyamanan penghuni yang beraktifitas dalam ruang.
Kondisi iklim tropis sebenarnya sangat menunjang kehidupan kita yang beraktifitas di dalam ruang. Dengan pemanfaatan kondisi iklim seperti arah dan intensitas sinar matahari, kelembaban udara, suhu, arah dan kecepatan angin, dan curah hujan, sebenarnya dapat dirancang bentuk bangunan yang sedemikian rupa, dan penerapan bahan – bahan alami, sehingga terwujudlah rumah yang ramah lingkungan. Penerapan ini tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh penghuni rumah tetapi juga oleh orang lain dan lingkungannya. Dan tidak hanya diperhitungkan untuk kepentingan sesaat, tetapi untuk kepentingan masa depan, dan juga dilihat dari sisi pemanfaatan energi untuk kepentingan sustainable atau berkelanjutan.
Desain bangunan (green building) hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan (green product).Bangunan dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang yang secara klimatik tropis berfungsi untuk sirkulasi pengudaraan dan pencahayaan alami merata ke seluruh ruangan agar hemat energi.
Dengan pemikiran seperti diatas, merupakan langkah awal upaya mitigasi dari sisi perancangan, dan berupaya terus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang terus berubah ekstrim tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar